freshnup

Kejujuran Teman Investasiku PDF  | Print |  E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Alia Felicia   

Seseorang melarang saya berteman dengan si A. Saya heran luar biasa dan sangat tidak bisa menerima larangan ini. Berteman ko dilarang. Menurut saya siapa saja harusnya bisa jadi teman. Tapi saya harus tau, atas dasar apa dia melarang saya bermain dengan si A. Karena untuk saya si A adalah orang yang baik, ia juga rajin dan cukup setia pada saya. Ia support kegiatan saya dan bisa diajak bertukar pikiran. Lalu kenapa saya harus berhenti berteman dengan orang seperti si A?

Saat saya tanya alasan dia melarang, dia menjawab dengan tegas ”karena si A sering berbohong.” Tidak ada penolakan apapun dalam benak saya saat mendengar alasannya. Ya, saya tau si A memang sering berkata tidak jujur. Tapi saya pikir, si A hampir selalu jujur pada saya. Ketidakjujurannya untuk orang lain, lalu kenapa saya harus khawatir berteman dengan si A?

Saya tidak melanjutkan obrolan dengan teman saya itu. Hati ini sedikit tidak menerima larangan yang ia lontarkan. ”Aneh, ko berteman dilarang,” pikir saya.


Malam bagi saya adalah waktu yang mendebarkan. Di malam hari saya hampir selalu merenungkan semua yang terjadi hari ini dan memikirkan rencana hari esok. Malam itu saya berfikir cukup keras, apa iya saya harus berhenti berteman dengan si A. Sepertinya hati ini sangat berat untuk melakukannya. Saat itu juga saya putuskan untuk menghubungi seorangtua yang saya anggap bijak dalam ucapan dan lakunya. Saya menanyakan hal yang saya bimbangkan malam itu.


Ia berkata, ”Kejujuran adalah modal dan investasi terbesar yang kita miliki. Satu kebohongan akan membuahkan kebohongan-kebohongan lainnya. Tidak ada satu orangpun yang berkenan dibohongi.”
”Apa pasti si A tidak berbohong padamu? Jika ya, apakah selesai urusanmu sampai disitu? Itu pilihanmu,” ia melanjutkan.


Tapi saya sayang sama dia. Si A sudah banyak kenal teman dan relasi saya, si A juga sudah mengerti pola kerja dan pola hidup saya. Si A telah bersama saya saat saya jaya, jatuh dan kembali bangkit. Dan saya membutuhkan si A sebagai teman sekaligus rekan kerja. Saya ingin si A besar bersama saya.


Orang tua itu berkata dengan lugas, “bicarakan padanya bahwa kamu membutuhkan kejujurannya satiap saat, dan kejujurannya adalah bekal kebesaran kalian juga. Jika si A ingin bersama dan menjadi besar, maka iya akan mengusahakannya. Wajib kamu hargai seberapapun hasilnya. Tetapi jika si A tetap sering tidak jujur. Resiko yang harus siap kamu terima adalah dianggap sama dengan si A oleh teman dan relasimu. Karena kamu akan dinilai kurang lebih sama dengan orang-orang di sekelilingmu.”



 
Share

La' Fecia Blog

Sakit Kepala Bikin Kacau Segalanya
Kacaaaaau.... Kacau.... Kacau semua rencana kalo udah pake sakit. Padahal sakit nya ga parah-parah banget. Selama ini, saya sering sakit kepala, tapi... Read more...
langkah pertama
Ambil langkah pertama dengan yakin. Anda tidak perlu melihat keseluruhan anak tangga, ambil saja langkah pertama

Tempat Nongkrong

Gian Pizza
PIZZA LOVERS??.. cobain ini deh.. Gian Pizza, asal Canada.  Pizza nya lain, gak pake minyak jadi bisa makan pake tangan langsung. dan menurut... Read more...
Kafe Pisa
Pisa Kafe offers authentic Italian atmosphere just like Italian patio.Location *  Menteng Jl. Gereja Theresia No, 1 Jakarta Pusat Phone :... Read more...

Customer Service

Admin 1:
Admin 2:
Teknis 1:
Teknis 2:

Tips Promosi

Internet untuk usaha kecil/menengah 16.05.12 - Jika Anda memiliki usaha menengah kebawah dan tidak/ belum... read more
Kenapa Website Anda tidak muncul di google? 09.05.12 - Berikut ini beberapa kemungkinan yang menyebabkan sebuah w... read more
Update website Anda secara berkala 07.05.12 - 1 kali seminggu atau setiap hari, akan memberikan dampak y... read more

Join Us on

Find us on facebook Join us on Multiply Find La' Fecia on Twitter follow us follow us find lafecia on wordpress

  • Recommended Site (9)